Yang merasa siswa di wilayah Garut selatan ayo merapat-merapat ke EDUFAIR 2015 Keluarga mahasiswa Bungbulang
.
Edufair @bungbulang
Kunjungi di Kampus SMAN NEGRI 7 GARUT Pada tanggal 26 - 27 Januari 2013
Menebar virus baca
Motivasi pendidikan
Makan bersama keluarga besar
Beda tahun beda cerita, beda tahun beda rasa. Walaupun sama namanya SUPER CAMP, tapi ternyata beda suasana. Jika tahun 2013 terkesan dengan siswa dengan suara seperti loadspeaker, sedangkan sekarang seperti kebalikannya, sepi senyap bahkan sedikit berisik saja langsung ada suara"ssstttt, sssttttt".
Seolah menambah suasana duka, sang pemilik rumah yang dijadikan tempat kegiatan SUPER CAMP merasa keberatan dengan kedatangan siswa-siswi SUPER CAMP. Padahal jika di ingat-ingat waktu awal mau mengontrak tempat tersebut, pemilik rumah mengijinkan jika suatu saat akan ada kegiatan. Banyak alasan yang dilontarkan, pa RT dan RW tidak mengijinkanlah, tukang sampah ga mau narik sampah karena terlalu banyak lah dan lain-lain. Tapi ternyata bukan itu alasannya, tapi ibu dan bapa kosan butuh "uang", karena toh neng sumi sudah mengurus semuanya dan telah beres perijinannya. Hingga akhirnya ibu kosan seperti malu jika bertemu. Namun panitia mengerti akan kondisi bapa dan ibu kosan, panitia pun memberi uang tambahan karena tahu kondisi bapa ibu kosan sedang membutuhkan uang.
Untuk kegiatan Super Camp, walaupun tidak sempurna sesuai rencana namun alhamdulillah berjalan dengan lancar. Adapun bentuk acara yang dilaksanakan terdiri dari pembelajaran di ruangan, Pembelajaran di luar ruangan, siraman rohani, Goes to Campus, dan TO SBMPTN.
Harapan dibalik nama KEMBALIKAN, memang tidak berlebihan karena kenyataan memang demikian. Banyak putra daerah Bungbulang yang lupa pada Bungbulang, bahkan mungkin malu kalau mengaku berasal dari Bungbulang. Seperti yang pernah saya temukan ketika masa Penerimaan Mahasiswa Baru di sebuah Universitas Negeri ternama di Kota Bandung. Ceritanya sebuah organisasi kedaerahan sedang mendata mahasiswa yang berasal dari daerah, dan didapatlah data dari sebuah jurusan yang menerangkan mahasiswa X berasal dari daerah Bungbulang. Namun ketika di jemput dan ditanya dari daerah mana, mahasiswa tersebut tidak mengaku bahkan menjawab dengan bahasa "so" Indonesia.Itulah kenyataan, ketika baru menjadi mahasiswa saja sudah malu mengaku, apalagi sudah menjadi sesuatu.